Setelah membaca beberapa literatur juga melihat video di youtube tentang Antena Double Bazooka timbul keinginan saya untuk mencobanya ,

Design :

Frekwensi  Kerja   :       3,900 – 4,200 Mhz

Kabel Coaxial         : Andrew CNT-300 ( 50 ohm ),Velocity Factor : 0.83

Bahan – Bahan :

P_20160409_162438

Double Bazooka

Sesuai skema dan data Kabel Coaxial di atas maka perhitungan antena adalah :

Frekwensi Tengah = 4,050 Mhz

Panjang Coaxial B + C = 0,5 Lambda x Velocity Factor =( 300/4,050 x 0,83 )/2 = 30,74m

Sedangkan Panjang A  + B ( Single Wire ) adalah :

( 300/4,050 x 0,95 ) /2 = 35,185m dikurangi 30,74m ( B + C ) = 4,445m /2 = 2,222m

Jadi panjang sisi A dan sisi B = 2,222m

 

Untuk feed point diambil 5cm di titik tengah coaxial B+C dengan cara mengelupas bagian serabut dari coaxial .

 

Untuk  Coaxial B dan C  ujungnya dihubungkan langsung ( dishort ) antara bagian tengah dan serabut luarnya dan disambungkan dengan kabel serabut 3mm sebagai radiatornya. Jangan lupa untuk melindungi sambungan ini dari air hujan.

 

P_20160410_090232

SWR yang didapatkan sudah bagus menurut saya pribadi yaitu 1:1,2 pada 4,040 Mhz dengan lebar band yang lebih luas dibanding dipole biasa ( di sini saya belum bisa mendapatkan SWR dengan 1:1,0 karena salah satu ujung bentangan masuk ke area pepohonan Sengon  sehingga berpengaruh sekali).

Untuk kinerja antena sangat baik untuk memancar dan menerima ( low noise ) dan sensitif dan laporan oleh rekan-rekan didapatkan peningkatan pancaran yang signifikan dibanding antena dipole standar yang terpasang sebelumnya.

 

Antena Double Bazooka sebelum dinaikkan.

P_20160410_074333

 

Telah dirilis Grup Whatsapp ( WA ) untuk pengghobby pemancar mode AM di 80/75m Band,baik yang masih Aktif memancar ataupun yang sudah Non Aktif / Pensiun ataupun simpatisan sebagai media berbagi informasi seputar teknik pemancar AM dan perkembangannya juga rembukan / ngobrol serta menjalin tali persaudaraan,terbuka untuk semua rekan-rekan dari Sabang sampai Merauke.

Silahkan Inbok ke 085649627973 ( Whatsapp )

Nama Udara

Kota asal

Contoh isi pesan :

Wak Cokro

Malang

Setelah vakum beberapa bulan tidak aktif di Blog dan juga kegiatan QSO ataupun soder menyoder  juga kangen sama rekan-rekan di frekwensi maka kemarin pagi aku mulai mendirikan antena dipole untuk dipergunakan di 75m band – 4 mhz ,semoga selanjutnya bisa aktif kembali seperti dulu di blog , QSO ataupun kegiatan teknik radioku.

Data Teknis :

Antena          : Dipole 1/2 Lambda Kawat Tembaga Serabut Ukuran 3mm

Ketinggian   : 18m Bambu Petung

Transmisi     : RG-8/U

Balun             : Hy-Gain 1:1

SWR               : 1:1,0 pada 4.075 Mhz ( Diamond SX-200 )

Hasil uji coba kemarin sore sekitar pukul 17.30 dengan power output 30 watt carrier AM ber-QSO dengan Kang Bravo Eko Cirebon Selatan dan 2 Charlie – kang Cacu dari Cianjur juga 2 Mike – Kang Maman dari Lebak Banten dapat laporan penerimaan mereka pancaranku diterima super lokal dengan kekuatan sinyal 85-90 persen pada indikator radio mereka,sudah sangat memuaskan.

 

image

Most Wanted

Socket 813 Keramik merk Johnson ,C1 Renggang dan C2 Rapat 3 Gang Plate Capasitor untuk Final Unit …

” AMATIR RADIO BERJIWA PROGRESSIVE ”  yang mana mengandung arti bahwa seorang amatir radio akan menyesuaikan peralatan radionya dengan perkembangan teknologi yang ada, tidak ketinggalan pula pengguna Mode AM -DSB Full Carrier dengan High Level Modulation yang sering disepelekan dan dianggap ketinggalan jaman oleh sebagian orang mulai mengikuti perkembangan teknologi yang ada,mulai dari penggunaan PLL ,FLL sampai DDS untuk mengganti oscilator pemancar mereka bahkan sudah banyak yang merakit TRANSCEIVER AM dengan tujuan agar lebih praktis dalam pengoperasiannya.

Dan dalam bulan Agustus ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi lagi Stasiun Radio Amatir ” Draun Wijaya ” di Malang dengan pertimbangan jarak jangkau terdekat alias Lokal yang mana telah menggunakan Exciter AM berbasis DDS dengan Microcontrol ATMEL produk dari IQ-ed nya Mbah Mangun – YC2XI Yogyakarta.

Kesimpulannya memang sentuhan teknologi digital dan perakitan Transmitter dan Receiver terintregasi ( Transceiver ) membuat operasional menjadi simpel dan mudah serta menyenangkan. Semoga ke depan akan semakin maju komunitas pengguna Mode AM ini dengan perubahan yang lebih baik tentunya.

2014-08-17 17.15.10 2014-08-17 17.16.36 2014-08-17 17.17.30 2014-08-17 17.17.41 2014-08-17 17.18.00

Untuk Video Demo bisa dilihat pada :

http://youtu.be/-Pc2E_01tKU

http://youtu.be/0TrMafUSy40

 

Pak Dulah selaku operator pada Radio Unyil begitu nama samarannya setiap memancar di 75m dengan mode AM,hampir setiap malam sekitar pukul 21.00 WIB  ke  atas dan dengan ditemani secangkir kopi dan rokok Pak Dulah On Air dengan gaya bicara khasnya ” ..di sini Radio Unyil dari Malang Timur disetir oleh Pak Dulah  …. ” Walau usia senja namun beliau tetap mempunyai semangat tinggi untuk beraktfitas.

Dihari libur tanggal 18 April 2014 kemarin untuk pertama kalinya sebagai kunjungan balasan aku berkunjung ke rumah beliau yang berlokasi di Tumpang berjarak sekitar 30km dari tempat tinggalku, walaupun termasuk dalam stasiun lokal  tapi kami jarang bertemu langsung.

TX7 TX6 TX5 TX4 TX3 TX PSU P.Unyil4 P.Unyil3 P.Unyil2 P.Unyil MOD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

image

Akhir – akhir ini Pemancar AM di 75m Band mulai banyak peminatnya dan semakin bertambah jumlah station yang memancar di band ini,baik station lama ataupun yang baru. Memang memancar dengan menggunakan mode AM mempunyai keasyikan dan kelebihan tersendiri dibanding mode lainnya terutama kita bisa mengobrol lebih gayeng / puas dengan gaya bahasa yang diciptakan sendiri.

Di sini saya akan berbagi tentang pengalaman / review tentang penggunaan Transceiver Icom IC-735 sebagai pemancar AM Low Level Modulasi sekaligus penerima AM di 75m Band ini.Kurang lebih selama 2 Bulan saya melakukan TES untuk memancar AM dengan Carrier 30 Watt dan setting volume Mic pada 50% ,antena menggunakan Dipole full size dengan Balun Hy-gain 1:1 kabel transmisi RG-8/U sepanjang 30 meter ,ketinggian antena dengan tiang penyangga bambu setinggi 12 meter sebanyak 3 buah,frekwensi center disetting pada 4,080 Mhz dengan SWR 1:1,0.

Hasil report dan recording dari rekan-rekan adalah sangat memuaskan,walau saya mengunakan low level modulasi tetapi report dan recording dari station lain seperti menggunakan High Level Modulasi,laporan kekuatan pancaran juga sangat memuaskan ,walau cuma 30 watt carrier bisa menjangkau luar pulau jawa saat propagasi terbuka ( lampung , banjarmasin ,mataram lombok ) ,untuk area pulau jawa – madura – bali sinyal masih kuat sekali.

Selamat Tahun Baru 2014

Categories

free counters

Propagasi

Feedjit

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.