Pada tanggal 21 Januari 2017 lalu para pecinta mode AM 80m Band yang berkesempatan datang berkumpul di kediaman P.Draun Wijaya breaker kondang asal kota Malang demi memenuhi undangan beliau dalam rangka menikahkan anaknya.

Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi / kopi darat antara para pengguna pemancar AM 80m Band terutama yang belum pernah jumpa darat sama sekali.

Tak banyak yang akan saya paparkan di sini , terimakasih banyak untuk rekan-rekan yang dari luar kota yang jauh-jauh datang dan menyempatkan diri untuk hadir di pertemuan ini bilamana selaku penyelanggara terdapat hal yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya

Terimakasih untuk mas Nanang Bondowoso kontribusi foto dan video-nya Jazakallah ūüôā

73

Group ini bersifat Public sehingga terbuka bagi siapapun silahkan yang tertarik diskusi ,berbagi , nostalgia dan berjumpa dengan sesama penggemar pemancar AM untuk bergabung di sini .. baik yang pemula ..penggiat ataupun veteran.

https://www.facebook.com/groups/608645542622508/

Komunitas Pecinta Pemancar AM

Beberapa waktu lalu 15 Desember 2016 sepulang perjalanan dari Semarang menuju Malang aku bersama keluarga menyempatkan untuk bertemu darat dengan P.Ade di Ngawi ..yang mana selama ini hanya bisa mengobrol  di frekwensi ataupun lewat telpon, tidak sulit untuk menemukan Station beliau dengan panduan google maps ( terima kasih google ) sehingga langsung ke lokasi dengan mudah.

Station P.Ade berada di desa Geneng pada area PG.Soedhono ,sampai di lokasi kami disambut dengan ramah penuh kehangatan keluarga yang merupakan ciri khas silaturahmi keluarga besar pengguna pemancar AM dari jaman dahulu sampai dengan saat ini,tak ketinggalan juga untuk menyempatkan diri melihat secara teknis peralatan pemancar transistor FET yang biasa dipergunakan P.Ade sehari-harinya.

Secara teknis station P.Ade menggunakan teknologi DDS-VFO dan Pushpull untuk Penguat Akhir / Final FET , antena menggunakan jenis Folded Dipole.

Sekitar 1 jam kemudian kami berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Malang,terima kasih P.Ade bersama ibu untuk sambutan dan diskusi tekniknya juga untuk keripik tempe khas Geneng Ngawi ūüôā ,kami tunggu kunjungan balasannya jika ada kesempatan ke Malang di kemudian hari.

Bravo AM ‘ ers 73

 

 

Setelah membaca beberapa literatur juga melihat video di youtube tentang Antena Double Bazooka timbul keinginan saya untuk mencobanya ,

Design :

Frekwensi  Kerja   :       3,900 Р4,200 Mhz

Kabel Coaxial         : Andrew CNT-300 ( 50 ohm ),Velocity Factor : 0.83

Bahan – Bahan :

P_20160409_162438

Double Bazooka

Sesuai skema dan data Kabel Coaxial di atas maka perhitungan antena adalah :

Frekwensi Tengah = 4,050 Mhz

Panjang Coaxial B + C = 0,5 Lambda x Velocity Factor =( 300/4,050 x 0,83 )/2 = 30,74m

Sedangkan Panjang A  + B ( Single Wire ) adalah :

( 300/4,050 x 0,95 ) /2 = 35,185m dikurangi 30,74m ( B + C ) = 4,445m /2 = 2,222m

Jadi panjang sisi A dan sisi B = 2,222m

 

Untuk feed point diambil 5cm di titik tengah coaxial B+C dengan cara mengelupas bagian serabut dari coaxial .

 

Untuk  Coaxial B dan C  ujungnya dihubungkan langsung ( dishort ) antara bagian tengah dan serabut luarnya dan disambungkan dengan kabel serabut 3mm sebagai radiatornya. Jangan lupa untuk melindungi sambungan ini dari air hujan.

 

P_20160410_090232

SWR yang didapatkan sudah bagus menurut saya pribadi yaitu 1:1,2 pada 4,040 Mhz dengan lebar band yang lebih luas dibanding dipole biasa ( di sini saya belum bisa mendapatkan SWR dengan 1:1,0 karena salah satu ujung bentangan masuk ke area pepohonan Sengon  sehingga berpengaruh sekali).

Untuk kinerja antena sangat baik untuk memancar dan menerima ( low noise ) dan sensitif dan laporan oleh rekan-rekan didapatkan peningkatan pancaran yang signifikan dibanding antena dipole standar yang terpasang sebelumnya.

 

Antena Double Bazooka sebelum dinaikkan.

P_20160410_074333

 

Telah dirilis Grup Whatsapp ( WA ) untuk pengghobby pemancar mode AM di 80/75m Band,baik yang masih Aktif memancar ataupun yang sudah Non Aktif / Pensiun ataupun simpatisan sebagai media berbagi informasi seputar teknik pemancar AM dan perkembangannya juga rembukan / ngobrol serta menjalin tali persaudaraan,terbuka untuk semua rekan-rekan dari Sabang sampai Merauke.

Silahkan Inbok ke 085649627973 ( Whatsapp )

Nama Udara

Kota asal

Contoh isi pesan :

Wak Cokro

Malang

Setelah vakum beberapa bulan tidak aktif di Blog dan juga kegiatan QSO ataupun soder menyoder  juga kangen sama rekan-rekan di frekwensi maka kemarin pagi aku mulai mendirikan antena dipole untuk dipergunakan di 75m band Р4 mhz ,semoga selanjutnya bisa aktif kembali seperti dulu di blog , QSO ataupun kegiatan teknik radioku.

Data Teknis :

Antena          : Dipole 1/2 Lambda Kawat Tembaga Serabut Ukuran 3mm

Ketinggian   : 18m Bambu Petung

Transmisi     : RG-8/U

Balun             : Hy-Gain 1:1

SWR               : 1:1,0 pada 4.075 Mhz ( Diamond SX-200 )

Hasil uji coba kemarin sore sekitar pukul 17.30 dengan power output 30 watt carrier AM ber-QSO dengan Kang Bravo Eko Cirebon Selatan dan 2 Charlie – kang Cacu dari Cianjur juga 2 Mike – Kang Maman dari Lebak Banten dapat laporan penerimaan mereka pancaranku diterima super lokal dengan kekuatan sinyal 85-90 persen pada indikator radio mereka,sudah sangat memuaskan.

 

image

Most Wanted

Socket 813 Keramik merk Johnson ,C1 Renggang dan C2 Rapat 3 Gang Plate Capasitor untuk Final Unit …

” AMATIR RADIO BERJIWA PROGRESSIVE ”¬† yang mana mengandung arti bahwa seorang amatir radio akan menyesuaikan peralatan radionya dengan perkembangan teknologi yang ada, tidak ketinggalan pula pengguna Mode AM -DSB Full Carrier dengan High Level Modulation yang sering disepelekan dan dianggap ketinggalan jaman oleh sebagian orang mulai mengikuti perkembangan teknologi yang ada,mulai dari penggunaan PLL ,FLL sampai DDS untuk mengganti oscilator pemancar mereka bahkan sudah banyak yang merakit TRANSCEIVER AM dengan tujuan agar lebih praktis dalam pengoperasiannya.

Dan dalam bulan Agustus ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi lagi Stasiun Radio Amatir ” Draun Wijaya ” di Malang dengan pertimbangan jarak jangkau terdekat alias Lokal yang mana telah menggunakan Exciter AM berbasis DDS dengan Microcontrol ATMEL produk dari IQ-ed nya Mbah Mangun – YC2XI Yogyakarta.

Kesimpulannya memang sentuhan teknologi digital dan perakitan Transmitter dan Receiver terintregasi ( Transceiver ) membuat operasional menjadi simpel dan mudah serta menyenangkan. Semoga ke depan akan semakin maju komunitas pengguna Mode AM ini dengan perubahan yang lebih baik tentunya.

2014-08-17 17.15.10 2014-08-17 17.16.36 2014-08-17 17.17.30 2014-08-17 17.17.41 2014-08-17 17.18.00

Untuk Video Demo bisa dilihat pada :

 

Categories

free counters

Propagasi

Feedjit